Thursday, December 5, 2019

PISA dan Reading Passport


Hari-hari dalam minggu ini, saya disibukkan dengan permintaan stempel (pengesahan) Reading Passport dan tanda tangan lembar persyaratan mengikuti PAS (Penilaian Akhir Semester). Semacam orang pentinglah minggu ini…😎
Sepintas memberi stempel buku Reading Passport seperti pekerjaan sepele yang bisa dilakukan oleh siapa saja. But I take it seriously. Reading passport ini merupakan perwujudan target membaca yang harus dicapai siswa di sekolah kami dalam satu semester. Tidak banyak, hanya 5 buku yang minimal harus dibaca dan dibuatkan reviewnya. Tapi biasalah anak2, segala sesuatunya baru dikerjakan di akhir waktu (kayak saya juga sih…😄). Jadi mereka seperti orang yang sibuk mengerjakan banyak hal (tugas2) agar bisa dapat kartu peserta PAS.  Membuat review pun banyak yang dilakukan asal-asalan, sekedar menggugurkan kewajiban.

Tahun ini, saya menolak beberapa review yang dibuat terlalu asal-asalan. Ada review yang hanya dibuat dengan satu kata: Mantul. Ada review yang tulisannya tak terbaca. Ada yang sepertinya sampai ¼ halaman tapi sebenarnya tulisannya saja yang dibuat besar-besar. Tapi ada pula yang membuatnya dalam 1 halaman penuh dengan tulisan yang kecil-kecil pula. Kelas 7 masih banyak yang mengikuti permintaan saya untuk menggunakan teknik Fishbone dan paragraf AIH dalam penulisan review nya.

Beberapa siswa yang saya tahu pembaca buku beneran (agak addict reader) , juga ternyata tidak bisa membuat review buku sesuai harapan. Ada yang bilang tidak tahu bagaimana caranya, ada yang simply too lazy to do it. Atau menganggapnya tidak penting.  Ada siswa yang saya tahu mampu membaca novel seri berbahasa Inggris, seluruh seri (10 jilid), tapi ternyata hanya membuat review dengan beberapa kata saja.

Saya sungguh prihatin. Apalagi saat ini juga sedang hangat dibicarakan hasil PISA Indonesia yang bukannya menunjukkan hasil yang tidak menggembirakan. Boleh dibilang upaya penerapan GLS, belum berhasil meningkatkan nilai PISA terutama dalam kemampuan membaca siswa. Melihat review yang dibuat siswa, tidak heran saya kalo nilai PISA kita jeblok seperti itu. Saya juga kagum dengan hasilnya yang menurut saya bisa mewakili kondisi Indonesia secara keseluruhan. Bayangkan, siswa kami tidak ada yang jadi sampel tes PISA tersebut tapi hasilnya kurang lebih sama (dalam hal membaca, untuk yang lain saya tidak bisa menilai).

Sebenarnya sekolah kami sudah berada di "jalan yang benar" dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca. Kami menetapkan target dan membuat sistem yang memaksa target itu harus terlaksana. Namun dalam pelaksanaanya, saya kadang merasa sendirian. Sekolah membuat target yang lebih tinggi setelah melihat evaluasi pelaksanaan Reading passport di tahun sebelumnya. Tapi ternyata pada pelaksanaannya tidak ada yang mendukung. Seharusnya ini jadi concern Guru bahasa (Indonesia) tapi ternyata review yang jauh dari target tetap diterima. Tidak juga ada upaya memotivasi siswa untuk membaca dan mengerjakan ini sejak awal (tidak di akhir-akhir waktu seperti ini). Dan entah apakah diperiksa atau tidak isinya.

Jadi maaf saja ya anak-anak kalau saya  tidak dengan mudah meloloskan reviw yang kalian buat. Kalo saya terima saja, kapan kita akan jadi lebih baik? Kalian pasti bisa lebih baik, Cuma cenderung mau gampang aja. Tugas kami membuat kalian mencapai potensi terbaik kalian. Literasi itu basic skill yang membuka pintu untuk keterampilan lain yang diperlukan untuk bisa bertahan di abad ini.

Tuesday, April 21, 2015

Buku yang dibaca Guru-guru Al Kausar

Berikut adalah buku-buku yang dibaca para guru Al Kausar dalam rangka Read-a-thon.

Supersemar Palsu

Benarkah Adam manusia pertama?

Strategi Pendidikan Negara Khalifah

Konsepsi Pendidikan Qur'ani

Al Qur'an sumber segala disiplin ilmu

Al Ghazali dari Indonesia

Hitam dibalik putih

Ensiklopedia Ilmiah dalam Al Qur'an

MengIslamkan Nalar

Filsafat Ilmu

Islamisasi Ilmu

Kiat membaca 1 halaman/detik

Pustaka pintar sejarah

Mutiara Hikmah Ali bin Abi Thalib

Hukum MLM

PT dalam hukum Islam

125 Ilmuwan Muslim

Detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah

Zionisme

Hukum dana talangan haji

Berkebun Emas

Hukum Bisnis Franchise

Tokoh bangsa

History of earth

Menjadi pembicara hebat

Biografi Ibnu Khaldun

Konsensus tentang Dasar Negara

Api sejarah 2

Api sejarah 1

Islamisasi Sejarah

Puasa bukan hanya saat Ramadhan

Assalamu'alaikum, Beijing

Misteri di Styles

Filosofi dan Makna Ritual Haji

Mindset Kurikulum 2013

Muridku Guru terbaikku

Mimbar hidayah

Senyum Nabi, Canda Kyai

Read-a-thon

Dalam rangka merayakan hari Buku se-Dunia atau World Book and Copyright Day, Perpustakaan Al Kausar akan mengadakan Read-a-thon. Ini adalah kompetisi membaca antar kelas (untuk siswa) dan antar guru.

Untuk siswa, setiap murid dapat membaca buku apa saja yang disukainya, baik fiksi maupun non-fiksi. Bisa buku perpustakaan atau koleksi pribadi. Setelah membaca, siswa diminta mengisi Reading response sheet dan mengumpulkannya ke perpustakaan. Perpustakaan akan menghitung secara keseluruhan jumlah halaman yang dibaca oleh siswa per kelas. Setiap minggu jumlah ini diperbarui dan diumumkan, sehingga siswa bisa melihat kelas mana yang untuk sementara membaca paling banyak. Di akhir masa kompetisi, akan dihitung keseluruhannya dan diberi nilai. Buku non akan fiksi akan mendapatkan nilai lebih dibandingkan buku fiksi.

Sama halnya dengan murid, guru diharapkan membaca buku sebanyak mungkin dalam periode waktu yang ditentukan. Setelah membaca, guru diminta membuat posting di blog atau note di akun sosial medianya masing-masing tentang buku yang dibacanya. Posting tersebut di-link kesini  atau dengan men-tag Page FB Perpustakaan yaitu, Alkausar Library (@Alkausar Library)

Masa kompetisi mulai tanggal 24 April hingga 20 Mei 2015.

Ayo membaca!

Thursday, April 2, 2015

Global Collaborative Project "If You Learned Here"

Kolaborasi adalah salah satu cara pembelajaran yang sedang menjadi tren saat ini. Pembelajaran ini mensyarakatkan kerjasama untuk mencapai tujuan pembalajaran. Menurut Vygotsky sebagaimana dikutip oleh Dooly, siswa menampilkan tingkat kemampuat intelektual yang lebih pada situasi kolaboratif dibandingkan dalam situasi individual. Keberagaman anggota kelompok menambah kontribusi positif terhadap proses belajar.
Saat ini sedang berlangsung sebuah proyek kolaborasi global yang diprakarsai oleh seorang pustakawan sekolah di Amerika Serikat. Proyek ini berlangsung secara online menggunakan aplikasi web. Pesertanya terdiri dari lebih dari 50 sekolah dari berbagai negara seperti Romania, Qatar, India, Korea, China, New Zealand dan Indonesia. Alkausar diminta untuk berpartisipasi dalam proyek ini. Tawan ini disambut dengan baik. Beberapa murid kelas 7 dibawah bimbingan guru Bahasa Inggris, Bu Arty, terlibat dalam proyek ini dengan difasilitasi oleh Perpustakaan Internat Al Kausar.
Proyek ini terinspirasi dari buku “If You Lived Here” karya Giles Laroche. Dalam proyek ini, siswa dari berbagai negara saling berbagai informasi tentang kehidupan mereka di sekolah.  Proyek ini berlangsung selama beberapa minggu. Tiap minggu ada topik tertentu yang dibahas. Dalam minggu pertama, topiknya adalah sekolah dan komunitas sekolah, minggku kedua tentang kehidupan sehari-hari di sekolah, minggu ketiga tentang pembelajaran di sekolah dan minggu keempat tentang bacaan.
Sharing dilakukan melalui flipgrid, yaitu aplikasi web untuk merekam dan menampilkan video tanggapan peserta terhadap pertanyaan atau topik. Misalnya dalam minggu pertama, pertanyaan yang diajukan adalah apa nama sekolah, dimana letaknya, berapa jumlah muridnya, bahsa yang digunakan dan seterusnya. Murid menanggapi secar alisan dalam flipgrid. Flipgrid merekam jawaban siswa. Nanti akan ditampilkan pula tanggapan peserta dari sekolah lain. Berikut tampilan flipgrid
Flipgrid
Selain flipgrid, aplikasi lain yang digunakan adalah padlet. Disini siswa menuliskan berbagai hal yang berkaitan dengan topik dalam minggu tersebut. Sub-tema ini pun sudah ditentukan. Misalnya dalam minggu kedua topiknya kehidupan sehari-hari di sekolah ada sub-topik transportasi di padlet. Seperti berikut ini tampilannya:
Padlet
Jadi dalam proyek ini siswa berlatih dan mempraktekkan ketrampilan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris. Saat ini, proyek ini memasuki tahap kedua, yaitu membuat karya seni tentang sekolah dengan menggunakan aplikasi Book creator. Nantinya hasil karya peserta akan dikompilasi dalam sebuah buku digital atau e-book.

Friday, December 12, 2014

Hour of Code




Coming soon...in a few minutes..

Thursday, January 30, 2014

(NOT) Weeding

Kemarin, kami mengeluarkan sebagian besar isi gudang perpustakaan kepada pihak lain. Sebenarnya ini lebih tepat disebut bersih-bersih gudang daripada weeding (penyiangan koleksi), yang merupakan salah satu kegiatan di perpustakaan. Di perpustakaan kami, stock opname biasa dilakukan akhir tahun akademik (bulan Juni). Biasanya kami lakukan setiap tahun, tapi mulai tahun ini menjadi 2 tahun sekali mengingat koleksi sudah semakin banyak. Dari kegiatan weeding, akan ditentukan buku mana yang akan dikeluarkan dari koleksi.

Kriteria dikeluarkannya sebuah bahan pustaka dari koleksi perpustakaan antara lain karena koleksi tersebut:
1. Rusak dan sulit untuk diperbaiki lagi
2. Terlalu banyak eksemplarnya sementara pemanfaatannya kurang
3. Isi sudah tidak sesuai dengan kurikulum (out-of-date), terutama jika itu adalah buku pelajaran
4. Isi tidak sesuai untuk usia pemakai kami (SMP & SMA dan guru).
5. Pemanfaatan sangat rendah atau malah tidak pernah dimanfaatkan (dibaca)
Jadi weeding itu bukan asal mengeluarkan bahan pustaka.

Kami banyak menerima sumbangan bahan pustaka dari berbagai pihak. Biasanya sih diterima saja untuk menambah koleksi perpustakaan, tapi sering waktu kami harus lebih selektif lagi untuk memasukkannya dalam koleksi perpustakaan. Hasil weeding saat stock opname, atau di saat lainnya, kami simpan sementara di gudang. Begitu juga dengan koran, majalah lama dan buku-buku sumbangan. Sebagian buku-buku sumbangan ini masih dalam kondisi mulus, namaun tidak kami masukkan dalam koleksi karena eksemplarnya terlalu banyak. Misalnya buku paket/pelajaran. Ada juga buku sumbangan dari pihak-pihak tertentu yang isinya kurang sesuai untuk pengguna. Akhirnya gudang kami makin penuh isinya.

Kebetulan minggu lalu, atasan kami (Direktur dan wakilnya), melihat isi gudang. Beliau menginstruksi agar buku-buku dan majalah yang masih bisa digunakan segera disumbangkan kepada yang membutuhkan. Sedangkan buku paket lama, akhirnya disepakati untuk dijual kiloannya. Sebenarnya sayang, tapi mau bagimana lagi. Itu buku menggunakan kurikulum 1994. Sudah 20 tahun berlalu! Itupun sebenarnya kami masih simpan dalam koleksi kami dalam jumlah yang wajar. Sebagian sudah pula kami sumbangkan ke beberapa sekolah. Saya bukannya senang menimbun buku-buku dan majalah tersebut, tapi memang tidak berani menjualnya. Mau disumbangkan sudah tidak ada yang berminat lagi. Tapi jika sudah ada instruksi dari atasan, sudah tentu tanpa ragu saya keluarkan. Ternyata setelah ditimbang oleh pengepul beratnya 200 kg. Harga semuanya hanya Rp 150.000 yang artinya Rp 750/kg. Jadi, dari kira-kira 13 dus buku dan majalah, jika dijual dan dibelikan buku baru, mungkin hanyak dapat 2-3 buku saja...

Isi lain yang memenuhi gudang adalah sisa majalah Orbit. Majalah ini adalah majalah pengetahuan untuk anak dan remaja. Isinya bagus. Sayang sekarang sudah tidak terbit lagi. Kami mendapat banyak majalah ini dari owner sekolah. Setelah diambil untuk koleksi sekolah dan di bagikan ke SD-Sd sekitar sekolah kami, masah ada cukup banyak di gudang. Akhirnya saya tawarkan kepada teman-teman melalui Facebook.  Ada 3 orang yang berminat. Sekarang gudang perpustakaan lebih lega/lapang dengan keluarnya buku tersebut. Dan senag rasanya melihat buku dan majalah ini dimanfaatkan oleh orang lain seperti ini:


Ini adalah anak-anak Santri Ulat, yaitu kelompok bermain dan belajar anak-anak pra-TK, TK dan SD yang dikelola seorang ibu, istri guru di sekolah kami. Pesertanya anak-anak guru yang tinggal di kompleks sekolah. Mereka biasanya berkumpul di gazebo di lapangan sekolah selepas Ashar hingga menjelang Maghrib.

Tuesday, September 10, 2013

Silent reading Program

Hari Jum'at tanggal 6 September 2013 merupakan hari pertama pelaksanaan program Silent Reading di Internat Al Kausar. Ini memang bukan bukan program perpustakaan secara khusus melainkan program sekolah pada hari jum'at pagi. Program Jum'at pagi ini ada beberapa jenis yang dilakukan secara berselang-seling setiap minggu. Selain Silent reading, ada sholat Dhuha,dan program lain di pekan ke-lima (jika ada 5 Jum'at dalam satu bulan). Waktu pelaksanaannya adalah pukul 07.00 hingga pukul 08.00, sebelum jam pelajaran lain di kelas dimulai.

Untuk minggu pertama September ini, murid SMP mendapat giliran melaksanakan program Silent Reading. Kelas 7 mendapat giliran pertama untuk membaca di perpustakaan. Sedangkan kelas 8 dan kelas 9 membaca di kelas masing-masing dengan bahan bacaan mereka sendiri atau buku-buku perpustakaan yang dipilihkan oleh Ketua kelasnya masing-masing.

Di perpustakaan, program Silent Reading ini berjalan lancar. Kebetulan cukup banyak murid kelas 7 yang memang suka membaca. Maka mereka pun memilih bacaan yang mereka suka dan membacanya dalam diam. Untuk 15 menit pertama, mereka harus membaca sendiri (benar-benar reading in silence). Setelah itu mereka diperbolehkan membahas bacaannya dengan temannya dengan suara yang tidak terlalu ribut. Dan Kelas 7 melaksanakannya dengan baik. Beberapa murid kemudian meminjam buku yang belum selesai dibacanya.





Murid putra membaca di ruang ex-audio visual. Mereka membaca buku, majalah atau koran.

Murid putri membaca di area baca putri.














Setelah sekitar 30 menit, saya sempatkan memantau pelaksanaan program ini di kelas, yaitu untuk kelas 8 dan 9. Tampak hanya beberapa murid yang memang suka membaca yang masih betah membaca. Yang lainnya ada yang mengobrol dengan temannya atau pergi dari ruang kelas. Tapi secara umum pelaksanaannya cukup baik. Meskipun saat meminjam buku di perpustakaan agak sedikit ribut dan ada salah pengertian, murid-murid mengembalikan buku yang dipinjam sebelum bel jam pelajaran di mulai.

Adanya program membaca tentu saja merupakan hal baru yang saya sambut baik. Apalagi program ini datanya dari pihak sekolah, sehingga lebih terjamin keterlaksanaannya. Berbeda dengan jika program tersebut merupakan program perpustakaan, belum tentu semua mendukung.

Memang tidak semua murid (dan guru) suka membaca. Maka ketika di di menit ke 30  dari program ini murid sudah banyak yang tidak lagi membaca, hal itu dapat dipahami. Namun program ini mungkin akan dapat memunculkan minat baca. Setidaknya murid dipaksa terbiasa membaca. Mudah-mudahan yang semula terpaksa, akan jadi suatu kebiasaan. Tidak salah rasanya melakukan pemaksaan untuk sesuatu kebiasaan yang baik.

Tinggal nanti dicari metode terbaik agar kegiatan ini tidak membosankan, dan mencapai hasil yang diharapkan.
 

Thursday, February 11, 2010

Workshop ”Information Literacy for Young Researchers”



Literasi informasi merupakan kemampuan untuk mengakses, menilai dan menggunakan informasi dari berbagai sumber. Hal ini telah lama menjadi perhatian dan dijadikan program kerja perpustakaan. Upaya membuat para murid juga guru Internat Al Kausar untuk sadar akan pentingnya untuk menjadi melek informasi memang tidak bisa dilakukan dalam satu kali kegiatan, melainkan dalam sebuah program berkelanjutan dan dengan cara mengintegrasikannya dalam pelajaran.



Salah satu dimana literasi informasi diperlukan adalah dalam penulisan karya tulis. Di sini murid perlu memiliki kemampuan mencari, mengakses dan menggunakan informasi agar dapat membuat sebuah karya tulis ilmiah yang baik. Untuk itulah, perpustakaan bekerjasama dengan SMA IC Al Kausar, dalam hal ini dengan koordinator KIR nya, mengadakan workshop untuk membekali murid kelas XI yang akan memulai penulisan karya tulis ilmiah.

Setelah mengadakan survey kebutuhan (assessment need) akan hal-hal yang berhubungan dengan literasi informasi, maka disusunlah materi workshop yang terdiri dari pengenalan literasi informasi, pengenalan jenis-jenis sumber informasi dan cara menelusurnya, dan teknik mencatat dan penulisan daftar pustaka.



Perpustakaan mengundang Ibu Arifah Sismita, M.Si (bu Chichi) dari PDII-LIPI untuk menjadi instruktur dalam workshop ini, disamping Pustakawan Internat Al Kausar, Ibu Rachmawati, S.Sos. Workshop berlangsung pada hari Jum’at, 29 Januari 2010 mulai pukul 07.00 hingga 15.00. Selain menggunakan metode ceramah, murid-murid juga dibimbing langsung dalam praktek menelusur informasi oleh Bu Chichi serta asistennya Bu Yani, sesuai dengan topik karya tulis masing-masing.



Hasil yang diharapkan setelah workshop ini adalah murid dalam menyusun strategi penelitian, memahami berbagai jenis sumber informasi dan cara menelusurnya, menggunakan mesin pencari dan direktori subyek dalam menelusur informasi di internet, menilai informasi, memahami plagiarisme serta dapat menuliskan daftar pustaka secara benar.

Wednesday, November 4, 2009

Library Day

Bulan Oktober dirayakan sebagai Bulan Perpustakaan Sekolah Internasional (International School Library Month) terutama oleh mereka yang telah tergabung dalam International School Library Association. Perpustakaan Internat Al Kausar turut meramaikan peristiwa ini dengan menyelenggarakan Library Day bersama SMP Internat Al Kausar. Acara ini diselenggarakan pada hari Jum’at 30 Oktober 2009 di lobi sekolah. Tujuan penyelenggaraan acara ini adalah untuk mempromosikan perpustakaan sekolah serta mengingatkan kembali akan pentingnya perpustakaan dan programnya dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Kegiatannya meliputi:

Bookmark Exchange Project
Kegiatan ini merupakan sebuah proyek internasional yang diselenggarakan oleh IASL dimana murid di sekolah yang menjadi peserta membuat pembatas buku dan kemudian dikirimkan ke sekolah lain yang menjadi partnernya. Dalam project ini,Al Kausar mendapat partner sebuah sekolah di Millersvile, Amerika Serikat, yaitu Old Mill Middle School North. Pembuatan pembatas buku (bookmark) telah dilaksanakan pada awal bulan Oktober dalam kegiatan English Club. Setelah melalui proses penilaian, dipilih 25 karya terbaik untuk dikirim ke sekolah partner, sementara sekolah partner juga mengirimkan pembatas buku buatan muridnya dalam jumlah yang sama. Sedangkan 5 karya terbaik mendapat hadiah berupa buku.


Mini Workshop
Dengan mengundang seorang jurnalis dari majalah berita GATRA, Bapak Tian Arief, diselenggarakan sebuah pelatihan singkat mengenai Berita dan Penulisan berita. Murid-murid cukup antusias mengikuti acara ini, yang terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan. Di akhir pelatihan mereka diminta membuat berita mengenai kegiatan Library Day dari berbagai sudut pandang. Hasil tulisan mereka dinilai dan dipilih tiga karya terbaik untuk mendapatkan hadiah. Pemenangnya adalah Dion Wijaya (kelas 8), Haykal Mahdi (kelas 7) dan Haikal Pradika (kelas 9). Tak lupa Pak Tian memberi sedikit analisis dari hasil tulisan murid-murid.





DEAR Challenge
DEAR (Drop Everything And Read) Challenge adalah tantangan untuk meninggalkan semua kegiatan untuk membaca dalam diam selama 15 menit. Ternyata tidak semua murid dapat memenuhi tantangan ini. Yang berhasil memenuhi tantangan ini berhak menggunakan internet di perpustakaan pada waktu khusus selama 1 jam.



Information Treasure Hunt
Kegiatan ini dilakukan dalam kelompok Guru Wali. Setiap kelompok mendapat satu set pertanyaan yang jawabanya bisa dicari dari buku, majalah, Koran dan internet. Mereka berlomba mencari jawaban dan waktu secepatnya. Dari kegiatan ini dapat terlihat bahwa masih banyak murid yang tidak tahu bagaimana mencari informasi di sumber yang berbeda, terutama dari buku dan majalah. Lomba ini dimenangkan oleh Kelompok Guru Wali Ustad Ibrohim, Pak Abdullah dan Pak Bahar.

Thursday, May 7, 2009

Thursday, January 22, 2009

Daily activities in Al Kausar Library






New Automatic System


Mulai awal semester genap 2008/2009, yaitu Januari 2009, Perpustakaan Internat Al Kausar menerapkan sistem sirkulasi baru dengan Senayan Library System. Senayan merupakan Open Source Software berbasis web yang dikembangkan oleh Perpustakaan Diknas. Persiapan penerapan sistem ini sudah dimulai sejak semester yang lalu dengan memasukkan dan menyempurnakan data bibliografis koleksi yang dimiliki perpustakaan. Setelah semua koleksi selesai diinput data bibliografisnya dan dilengkapi dengan barcode, perpustakaan kemudian mencetak kartu anggota perpustakaan yang juga dilengkapi dengan barcode. Karena sirkulasi akan menggunakan barcode scanner untuk membaca data kartu anggota dan buku yang akan dipinjam.

Penerapan sistem ini sempat terganggu selama beberapa karena adanya kesalahan pada proses upgrade ke versi terbaru, yaitu Senayan3-Stable 7. Alhamdulillah dengan bantuan para developer Senayan, sistem telah kembali normal dan bisa digunakan kembali dengan kondisi sudah ter-upgrade ke versi terbaru.
Senayan memiliki fitur yang cukup lengkap. Namun demikian, kami tetap mempertahankan administrasi manual yang lama seperti kartu buku untuk mengantisipasi hambatan berupa matinya listrik. Memang masih belum praktis kelihatannya, namun masih perlu dilakukan mengingat situasi yang ada. Rencana berikutnya adalah membangun situs perpustakaan dan meng-online-kan OPAC (Online Public Access Catalog) Senayan.

Tuesday, October 28, 2008

International School Library Month

Bulan Oktober merupakan bulan Perpustakaan Sekolah atau International School Library Month. Perayaan merupakan yang pertama kali, karena di tahun-tahun sebelumnya berupa International School Library Day yang juga dirayakan pada setiap bulan Oktober Senin minggu ketiga. Perpustakaan Internat Al Kausar turut serta dengan sekolah-sekolah lain di seluruh dunia untuk merayakannya ini dengan menyelenggarakan lomba membuat pembatas buku dan permainan Information Scavenger Hunt.

Lomba membuat pembatas buku di ikuti oleh 14 orang murid dari kelas 7 hingga kelas 9. Temanya adalah "My favourite book in the library". Dengan penuh ketekunan, peserta membuat pembatas buku sesuai kreativitas masing-masing. Hasilnya cukup baik. Juri, Pak Idham Khalik akhirnya menetapkan karya FarisanHadyan (kelas 9) sebagai karya terbaik pertama, diikuti oleh hasil karya Heikal (kelas 8) dan Faisal (kelas 7).

Information Scavenger Hunt diikuti oleh 13 kelompok. Dalampermainan ini mereka harus menjawab pertanyaan yang diletakkan pada beberapa tempat di perpustakaan. Misalanya di bagian biografi, referensi, meja sirkulasi atau di ruang komputer. Masing-masing kelompok terdiri dari paling banyak 5 orang murid. Permainan berlangsung seru, bahkan agak sedikit ramai. Pada awalnya banyak peserta yang agak bingung, dan sering bertanya mengenai langkah yang harus mereka lakukan. Mereka harus menebak petunjuk (clues) yang ditulis dalam bahasa Inggris untuk dapat menemukan tempat soal yang harus mereka jawab. Ada 8 soal yang harus mereka jawab yang semuanya berkaitan dengan proses mencari informasi di perpustakaan, baik dari sumber tercetak (buku, majalah dll) maupun melalui internet.

Hasilnya beragam, dari hanya bisa menjawab sedikit soal saja hingga yang bisa mengerjakan semua soal dengan baik. Kelompok "Special items", akhirnya menjadi pemenang dengan mengumpulkan skor 31,5 disusul oleh kelompok "Ember Garuda" dengan skor 27.5 dan kelompok "Dirman's " dengan skor 23.

Hasil lomba diumumkan pada hari itu dan para pemenang mendapatkan hadiah berupa voucher belanja di Alka Mart. Lumayan...bisa menghemat uang jajan.

Wednesday, September 3, 2008

Library Policies : Revitalised

Di awal tahun pelajaran 2008/2009 ini, Perpustakaan Internat Al Kausar kembali menyegarkan penggunanya terhadap beberapa kebijakan dan peraturan yang berlaku. Tidak ada peraturan baru sebenarnya, hanya penegasan kembali peraturan yang sudah ada namun seringkali terabaikan. Terutama tentang pemakaian komputer. Harus diakui bahwa dengan semakin banyaknya fasilitas komputer dengan koneksi internet di perpustakaan, makin banyak pengunjung perpustakaan. Internet memang merupakan media yang jauh lebih menarik dibandingkan buku sebagai sumber informasi dan rekreasi. Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi dan rekreasi, mau tidak mau harus memperhatikan fenomena ini dan berusaha memberikan layanan internet sebaik mungkin, meskipun di satu sisi fasilitas dan koleksi perpustakaan konvensional seperti buku jadi agak terabaikan oleh pengguna.

Penyegaran dan resosialisasi aturan dilakukan kepada murid SMP dengan penjelasan secara langsung. Kepada murid SMA disediakan selebaran mengenai aturan yang disertai form pernyataan kesediaan untuk mematuhi aturan tersebut. Kesediaan ini juga menjadi 'tiket' untuk mendapatkan kartu anggota perpustakaan baru. Nantinya hanya mereka yang memiliki kartu anggota yang boleh menggunakan fasilitas perpustakaan, terutama fasilitas internet.

Strategi cukup ampuh, terlihat dari banyak murid yang mengembalikan buku yang sudah lewat batas pinjaman atau yang menyelesaikan segala kewajibannya terhadap perpustakaan. Agar bisa menggunakan internet mereka mau membayar denda atau mengganti jika buku yang dipinjamnya tersebut hilang.

Kepada guru-guru pun disampaikan kembali bahwa jika mengizinkan muridnya ke perpustakaan agar memberikan izin secara tertulis. Untuk itu perpustakaan telah mencetak form surat izinnya dan dibagikan kepada guru-guru. Mereka pun harus memesan (booking) minimal satu hari sebelumnya jika ingin membawa kelasnya belajar di perpustakaan dan menggunakan fasilitas yang ada. Dengan semakin banyaknya murid, pemakaian harus dibatasi hingga maksimal 3 kelas pada saat yang bersamaan. Hal ini untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan belajar. Hal ini juga untuk membiasakan perencanaan dan tertib prosedur di kalangan guru-guru. Selain itu, tanpa adanya bukti izin secara tertulis dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan murid yang 'bolos' pada jam pelajaran dan 'bersembunyi' di perpustakaan.

Wednesday, February 27, 2008

SEMINAR PUSTAKAWAN SEKOLAH SE-SUKABUMI

Meningkatnya perhatian terhadap dunia pendidikan akhir-akhir ini belum berimbas pada perkembangan perpustakaan sekolah. Menyadari hal ini, para pengelola perpustakaan sekolah di wilayah Sukabumi tergerak untuk mengadakan pertemuan yang membahas permasalahan dan upaya peningkatan profesionalisme tenaga pengelola.

Gagasan tersebut terwujud dalam bentuk Seminar Perpustakaan Sekolah yang diselenggarakan Asosiasi Pekerja Informasi Perpustakaan Sekolah Indonesia (APISI) Wilayah Sukabumi bekerjasama dengan Internat Al Kausar dengan tema “Peningkatan kualitas pengelolaan dan SDM Perpustakaan sekolah”. Seminar berlangsung pada hari Sabtu tanggal 26 Januari 2008, pukul 09.00 – 15.00 WIB bertempat di Auditorium Internat Al Kausar, Jl. Habib, Ds. Babakan Jaya, kec. Parungkuda, Sukabumi.

Seminar ini terdiri dari 2 sesi. Sesi pertama lebih berupa talkshow yang membahas perkembangan perpustakaan sekolah dengan pembicara Kepala Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Sukabumi, Dra. Elly Kurnia, M.Pd. dan Ketua UmumAPISI, Hanna Latuputty yang juga merupakan Senior Librarian di British International School. Sessi kedua lebih bersifat praktis dan aplikatif. Pada sesi ini ada 2 kelas yang berlangsung secara pararel, yaitu pengenalan software perpustakaan dan pembinaan minat baca. Ada 2 software manajemen perpustakaan yang diperkenalkan, yaitu Athenaeum dan Senayan. Kedua software yang merupakan opensource ini diperkenalkan oleh Didik S. Witono dari KALI (Komunitas Athenaeum Light Indonesia) dan Arie Nugraha dari Tim Library@Senayan. Dengan mengenalkan opensource software yang secara finansial mudah dijangkau, diharapkan para peserta seminar mendapat wawasan lebih luas tentang penerapan teknologi informasi untuk perpustakaan sekolah, bahkan harapannya ada yang bisa menerapkan langsung di tempat kerjanya masing-masing.

Kelas lain, yaitu Pembinaan minat baca, disampaikan oleh Lira Redata yang saat ini bekerja sebagai pustakawan sekolah Al Ikhlas Cipete. Materi ini dipilih karena masih banyak guru dan pengelola perpustakaan sekolah yang mengeluhkan masih rendahnya minat baca siswa.

Tercatat ada 58 peserta yang berasal dari 39 sekolah di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi. Antusiasme peserta ini di luar dugaan panitia yang hanya menarget peserta 40-50 saja. Panitia mengundang pengelola perpustakaan dan guru tingkat SMP dan SMA, namun ada peserta yang berasal dari SD (guru SD) yang tertarik untuk mengikuti seminar ini, terutama karena tertarik pada pembahasan mengenai minat baca.