Thursday, December 5, 2019
PISA dan Reading Passport
Tuesday, April 21, 2015
Buku yang dibaca Guru-guru Al Kausar
Supersemar Palsu
Benarkah Adam manusia pertama?
Strategi Pendidikan Negara Khalifah
Konsepsi Pendidikan Qur'ani
Al Qur'an sumber segala disiplin ilmu
Al Ghazali dari Indonesia
Hitam dibalik putih
Ensiklopedia Ilmiah dalam Al Qur'an
MengIslamkan Nalar
Filsafat Ilmu
Islamisasi Ilmu
Kiat membaca 1 halaman/detik
Pustaka pintar sejarah
Mutiara Hikmah Ali bin Abi Thalib
Hukum MLM
PT dalam hukum Islam
125 Ilmuwan Muslim
Detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah
Zionisme
Hukum dana talangan haji
Berkebun Emas
Hukum Bisnis Franchise
Tokoh bangsa
History of earth
Menjadi pembicara hebat
Biografi Ibnu Khaldun
Konsensus tentang Dasar Negara
Api sejarah 2
Api sejarah 1
Islamisasi Sejarah
Puasa bukan hanya saat Ramadhan
Assalamu'alaikum, Beijing
Misteri di Styles
Filosofi dan Makna Ritual Haji
Mindset Kurikulum 2013
Muridku Guru terbaikku
Mimbar hidayah
Senyum Nabi, Canda Kyai
Read-a-thon
Untuk siswa, setiap murid dapat membaca buku apa saja yang disukainya, baik fiksi maupun non-fiksi. Bisa buku perpustakaan atau koleksi pribadi. Setelah membaca, siswa diminta mengisi Reading response sheet dan mengumpulkannya ke perpustakaan. Perpustakaan akan menghitung secara keseluruhan jumlah halaman yang dibaca oleh siswa per kelas. Setiap minggu jumlah ini diperbarui dan diumumkan, sehingga siswa bisa melihat kelas mana yang untuk sementara membaca paling banyak. Di akhir masa kompetisi, akan dihitung keseluruhannya dan diberi nilai. Buku non akan fiksi akan mendapatkan nilai lebih dibandingkan buku fiksi.
Sama halnya dengan murid, guru diharapkan membaca buku sebanyak mungkin dalam periode waktu yang ditentukan. Setelah membaca, guru diminta membuat posting di blog atau note di akun sosial medianya masing-masing tentang buku yang dibacanya. Posting tersebut di-link kesini atau dengan men-tag Page FB Perpustakaan yaitu, Alkausar Library (@Alkausar Library)
Masa kompetisi mulai tanggal 24 April hingga 20 Mei 2015.
Ayo membaca!
Thursday, April 2, 2015
Global Collaborative Project "If You Learned Here"
Friday, December 12, 2014
Thursday, January 30, 2014
(NOT) Weeding
Kriteria dikeluarkannya sebuah bahan pustaka dari koleksi perpustakaan antara lain karena koleksi tersebut:
1. Rusak dan sulit untuk diperbaiki lagi
2. Terlalu banyak eksemplarnya sementara pemanfaatannya kurang
3. Isi sudah tidak sesuai dengan kurikulum (out-of-date), terutama jika itu adalah buku pelajaran
4. Isi tidak sesuai untuk usia pemakai kami (SMP & SMA dan guru).
5. Pemanfaatan sangat rendah atau malah tidak pernah dimanfaatkan (dibaca)
Jadi weeding itu bukan asal mengeluarkan bahan pustaka.
Kami banyak menerima sumbangan bahan pustaka dari berbagai pihak. Biasanya sih diterima saja untuk menambah koleksi perpustakaan, tapi sering waktu kami harus lebih selektif lagi untuk memasukkannya dalam koleksi perpustakaan. Hasil weeding saat stock opname, atau di saat lainnya, kami simpan sementara di gudang. Begitu juga dengan koran, majalah lama dan buku-buku sumbangan. Sebagian buku-buku sumbangan ini masih dalam kondisi mulus, namaun tidak kami masukkan dalam koleksi karena eksemplarnya terlalu banyak. Misalnya buku paket/pelajaran. Ada juga buku sumbangan dari pihak-pihak tertentu yang isinya kurang sesuai untuk pengguna. Akhirnya gudang kami makin penuh isinya.
Kebetulan minggu lalu, atasan kami (Direktur dan wakilnya), melihat isi gudang. Beliau menginstruksi agar buku-buku dan majalah yang masih bisa digunakan segera disumbangkan kepada yang membutuhkan. Sedangkan buku paket lama, akhirnya disepakati untuk dijual kiloannya. Sebenarnya sayang, tapi mau bagimana lagi. Itu buku menggunakan kurikulum 1994. Sudah 20 tahun berlalu! Itupun sebenarnya kami masih simpan dalam koleksi kami dalam jumlah yang wajar. Sebagian sudah pula kami sumbangkan ke beberapa sekolah. Saya bukannya senang menimbun buku-buku dan majalah tersebut, tapi memang tidak berani menjualnya. Mau disumbangkan sudah tidak ada yang berminat lagi. Tapi jika sudah ada instruksi dari atasan, sudah tentu tanpa ragu saya keluarkan. Ternyata setelah ditimbang oleh pengepul beratnya 200 kg. Harga semuanya hanya Rp 150.000 yang artinya Rp 750/kg. Jadi, dari kira-kira 13 dus buku dan majalah, jika dijual dan dibelikan buku baru, mungkin hanyak dapat 2-3 buku saja...
Isi lain yang memenuhi gudang adalah sisa majalah Orbit. Majalah ini adalah majalah pengetahuan untuk anak dan remaja. Isinya bagus. Sayang sekarang sudah tidak terbit lagi. Kami mendapat banyak majalah ini dari owner sekolah. Setelah diambil untuk koleksi sekolah dan di bagikan ke SD-Sd sekitar sekolah kami, masah ada cukup banyak di gudang. Akhirnya saya tawarkan kepada teman-teman melalui Facebook. Ada 3 orang yang berminat. Sekarang gudang perpustakaan lebih lega/lapang dengan keluarnya buku tersebut. Dan senag rasanya melihat buku dan majalah ini dimanfaatkan oleh orang lain seperti ini:
Ini adalah anak-anak Santri Ulat, yaitu kelompok bermain dan belajar anak-anak pra-TK, TK dan SD yang dikelola seorang ibu, istri guru di sekolah kami. Pesertanya anak-anak guru yang tinggal di kompleks sekolah. Mereka biasanya berkumpul di gazebo di lapangan sekolah selepas Ashar hingga menjelang Maghrib.
Tuesday, September 10, 2013
Silent reading Program
Untuk minggu pertama September ini, murid SMP mendapat giliran melaksanakan program Silent Reading. Kelas 7 mendapat giliran pertama untuk membaca di perpustakaan. Sedangkan kelas 8 dan kelas 9 membaca di kelas masing-masing dengan bahan bacaan mereka sendiri atau buku-buku perpustakaan yang dipilihkan oleh Ketua kelasnya masing-masing.
Di perpustakaan, program Silent Reading ini berjalan lancar. Kebetulan cukup banyak murid kelas 7 yang memang suka membaca. Maka mereka pun memilih bacaan yang mereka suka dan membacanya dalam diam. Untuk 15 menit pertama, mereka harus membaca sendiri (benar-benar reading in silence). Setelah itu mereka diperbolehkan membahas bacaannya dengan temannya dengan suara yang tidak terlalu ribut. Dan Kelas 7 melaksanakannya dengan baik. Beberapa murid kemudian meminjam buku yang belum selesai dibacanya.
Murid putra membaca di ruang ex-audio visual. Mereka membaca buku, majalah atau koran.
Murid putri membaca di area baca putri.
Setelah sekitar 30 menit, saya sempatkan memantau pelaksanaan program ini di kelas, yaitu untuk kelas 8 dan 9. Tampak hanya beberapa murid yang memang suka membaca yang masih betah membaca. Yang lainnya ada yang mengobrol dengan temannya atau pergi dari ruang kelas. Tapi secara umum pelaksanaannya cukup baik. Meskipun saat meminjam buku di perpustakaan agak sedikit ribut dan ada salah pengertian, murid-murid mengembalikan buku yang dipinjam sebelum bel jam pelajaran di mulai.
Adanya program membaca tentu saja merupakan hal baru yang saya sambut baik. Apalagi program ini datanya dari pihak sekolah, sehingga lebih terjamin keterlaksanaannya. Berbeda dengan jika program tersebut merupakan program perpustakaan, belum tentu semua mendukung.
Memang tidak semua murid (dan guru) suka membaca. Maka ketika di di menit ke 30 dari program ini murid sudah banyak yang tidak lagi membaca, hal itu dapat dipahami. Namun program ini mungkin akan dapat memunculkan minat baca. Setidaknya murid dipaksa terbiasa membaca. Mudah-mudahan yang semula terpaksa, akan jadi suatu kebiasaan. Tidak salah rasanya melakukan pemaksaan untuk sesuatu kebiasaan yang baik.
Tinggal nanti dicari metode terbaik agar kegiatan ini tidak membosankan, dan mencapai hasil yang diharapkan.
Thursday, February 11, 2010
Workshop ”Information Literacy for Young Researchers”

Literasi informasi merupakan kemampuan untuk mengakses, menilai dan menggunakan informasi dari berbagai sumber. Hal ini telah lama menjadi perhatian dan dijadikan program kerja perpustakaan. Upaya membuat para murid juga guru Internat Al Kausar untuk sadar akan pentingnya untuk menjadi melek informasi memang tidak bisa dilakukan dalam satu kali kegiatan, melainkan dalam sebuah program berkelanjutan dan dengan cara mengintegrasikannya dalam pelajaran.

Salah satu dimana literasi informasi diperlukan adalah dalam penulisan karya tulis. Di sini murid perlu memiliki kemampuan mencari, mengakses dan menggunakan informasi agar dapat membuat sebuah karya tulis ilmiah yang baik. Untuk itulah, perpustakaan bekerjasama dengan SMA IC Al Kausar, dalam hal ini dengan koordinator KIR nya, mengadakan workshop untuk membekali murid kelas XI yang akan memulai penulisan karya tulis ilmiah.
Setelah mengadakan survey kebutuhan (assessment need) akan hal-hal yang berhubungan dengan literasi informasi, maka disusunlah materi workshop yang terdiri dari pengenalan literasi informasi, pengenalan jenis-jenis sumber informasi dan cara menelusurnya, dan teknik mencatat dan penulisan daftar pustaka.

Perpustakaan mengundang Ibu Arifah Sismita, M.Si (bu Chichi) dari PDII-LIPI untuk menjadi instruktur dalam workshop ini, disamping Pustakawan Internat Al Kausar, Ibu Rachmawati, S.Sos. Workshop berlangsung pada hari Jum’at, 29 Januari 2010 mulai pukul 07.00 hingga 15.00. Selain menggunakan metode ceramah, murid-murid juga dibimbing langsung dalam praktek menelusur informasi oleh Bu Chichi serta asistennya Bu Yani, sesuai dengan topik karya tulis masing-masing.

Hasil yang diharapkan setelah workshop ini adalah murid dalam menyusun strategi penelitian, memahami berbagai jenis sumber informasi dan cara menelusurnya, menggunakan mesin pencari dan direktori subyek dalam menelusur informasi di internet, menilai informasi, memahami plagiarisme serta dapat menuliskan daftar pustaka secara benar.
Wednesday, November 4, 2009
Library Day
Kegiatan ini merupakan sebuah proyek internasional yang diselenggarakan oleh IASL dimana murid di sekolah yang menjadi peserta membuat pembatas buku dan kemudian dikirimkan ke sekolah lain yang menjadi partnernya. Dalam project ini,Al Kausar mendapat partner sebuah sekolah di Millersvile, Amerika Serikat, yaitu Old Mill Middle School North. Pembuatan pembatas buku (bookmark) telah dilaksanakan pada awal bulan Oktober dalam kegiatan English Club. Setelah melalui proses penilaian, dipilih 25 karya terbaik untuk dikirim ke sekolah partner, sementara sekolah partner juga mengirimkan pembatas buku buatan muridnya dalam jumlah yang sama. Sedangkan 5 karya terbaik mendapat hadiah berupa buku.
Mini Workshop
Dengan mengundang seorang jurnalis dari majalah berita GATRA, Bapak Tian Arief, diselenggarakan sebuah pelatihan singkat mengenai Berita dan Penulisan berita. Murid-murid cukup antusias mengikuti acara ini, yang terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan. Di akhir pelatihan mereka diminta membuat berita mengenai kegiatan Library Day dari berbagai sudut pandang. Hasil tulisan mereka dinilai dan dipilih tiga karya terbaik untuk mendapatkan hadiah. Pemenangnya adalah Dion Wijaya (kelas 8), Haykal Mahdi (kelas 7) dan Haikal Pradika (kelas 9). Tak lupa Pak Tian memberi sedikit analisis dari hasil tulisan murid-murid.
DEAR (Drop Everything And Read) Challenge adalah tantangan untuk meninggalkan semua kegiatan untuk membaca dalam diam selama 15 menit. Ternyata tidak semua murid dapat memenuhi tantangan ini. Yang berhasil memenuhi tantangan ini berhak menggunakan internet di perpustakaan pada waktu khusus selama 1 jam.
Kegiatan ini dilakukan dalam kelompok Guru Wali. Setiap kelompok mendapat satu set pertanyaan yang jawabanya bisa dicari dari buku, majalah, Koran dan internet. Mereka berlomba mencari jawaban dan waktu secepatnya. Dari kegiatan ini dapat terlihat bahwa masih banyak murid yang tidak tahu bagaimana mencari informasi di sumber yang berbeda, terutama dari buku dan majalah. Lomba ini dimenangkan oleh Kelompok Guru Wali Ustad Ibrohim, Pak Abdullah dan Pak Bahar.
Thursday, May 7, 2009
Thursday, January 22, 2009
New Automatic System

Mulai awal semester genap 2008/2009, yaitu Januari 2009, Perpustakaan Internat Al Kausar menerapkan sistem sirkulasi baru dengan Senayan Library System. Senayan merupakan Open Source Software berbasis web yang dikembangkan oleh Perpustakaan Diknas. Persiapan penerapan sistem ini sudah dimulai sejak semester yang lalu dengan memasukkan dan menyempurnakan data bibliografis koleksi yang dimiliki perpustakaan. Setelah semua koleksi selesai diinput data bibliografisnya dan dilengkapi dengan barcode, perpustakaan kemudian mencetak kartu anggota perpustakaan yang juga dilengkapi dengan barcode. Karena sirkulasi akan menggunakan barcode scanner untuk membaca data kartu anggota dan buku yang akan dipinjam.
Penerapan sistem ini sempat terganggu selama beberapa karena adanya kesalahan pada proses upgrade ke versi terbaru, yaitu Senayan3-Stable 7. Alhamdulillah dengan bantuan para developer Senayan, sistem telah kembali normal dan bisa digunakan kembali dengan kondisi sudah ter-upgrade ke versi terbaru.
Senayan memiliki fitur yang cukup lengkap. Namun demikian, kami tetap mempertahankan administrasi manual yang lama seperti kartu buku untuk mengantisipasi hambatan berupa matinya listrik. Memang masih belum praktis kelihatannya, namun masih perlu dilakukan mengingat situasi yang ada. Rencana berikutnya adalah membangun situs perpustakaan dan meng-online-kan OPAC (Online Public Access Catalog) Senayan.
Tuesday, October 28, 2008
International School Library Month
Lomba membuat pembatas buku di ikuti oleh 14 orang murid dari kelas 7 hingga kelas 9. Temanya adalah "My favourite book in the library". Dengan penuh ketekunan, peserta membuat pembatas buku sesuai kreativitas masing-masing. Hasilnya cukup baik. Juri, Pak Idham Khalik akhirnya menetapkan karya FarisanHadyan (kelas 9) sebagai karya terbaik pertama, diikuti oleh hasil karya Heikal (kelas 8) dan Faisal (kelas 7).
Information Scavenger Hunt diikuti oleh 13 kelompok. Dalampermainan ini mereka harus menjawab pertanyaan yang diletakkan pada beberapa tempat di perpustakaan. Misalanya di bagian biografi, referensi, meja sirkulasi atau di ruang komputer. Masing-masing kelompok terdiri dari paling banyak 5 orang murid. Permainan berlangsung seru, bahkan agak sedikit ramai. Pada awalnya banyak peserta yang agak bingung, dan sering bertanya mengenai langkah yang harus mereka lakukan. Mereka harus menebak petunjuk (clues) yang ditulis dalam bahasa Inggris untuk dapat menemukan tempat soal yang harus mereka jawab. Ada 8 soal yang harus mereka jawab yang semuanya berkaitan dengan proses mencari informasi di perpustakaan, baik dari sumber tercetak (buku, majalah dll) maupun melalui internet.
Hasilnya beragam, dari hanya bisa menjawab sedikit soal saja hingga yang bisa mengerjakan semua soal dengan baik. Kelompok "Special items", akhirnya menjadi pemenang dengan mengumpulkan skor 31,5 disusul oleh kelompok "Ember Garuda" dengan skor 27.5 dan kelompok "Dirman's " dengan skor 23.
Hasil lomba diumumkan pada hari itu dan para pemenang mendapatkan hadiah berupa voucher belanja di Alka Mart. Lumayan...bisa menghemat uang jajan.
Wednesday, September 3, 2008
Library Policies : Revitalised
Penyegaran dan resosialisasi aturan dilakukan kepada murid SMP dengan penjelasan secara langsung. Kepada murid SMA disediakan selebaran mengenai aturan yang disertai form pernyataan kesediaan untuk mematuhi aturan tersebut. Kesediaan ini juga menjadi 'tiket' untuk mendapatkan kartu anggota perpustakaan baru. Nantinya hanya mereka yang memiliki kartu anggota yang boleh menggunakan fasilitas perpustakaan, terutama fasilitas internet.
Strategi cukup ampuh, terlihat dari banyak murid yang mengembalikan buku yang sudah lewat batas pinjaman atau yang menyelesaikan segala kewajibannya terhadap perpustakaan. Agar bisa menggunakan internet mereka mau membayar denda atau mengganti jika buku yang dipinjamnya tersebut hilang.
Kepada guru-guru pun disampaikan kembali bahwa jika mengizinkan muridnya ke perpustakaan agar memberikan izin secara tertulis. Untuk itu perpustakaan telah mencetak form surat izinnya dan dibagikan kepada guru-guru. Mereka pun harus memesan (booking) minimal satu hari sebelumnya jika ingin membawa kelasnya belajar di perpustakaan dan menggunakan fasilitas yang ada. Dengan semakin banyaknya murid, pemakaian harus dibatasi hingga maksimal 3 kelas pada saat yang bersamaan. Hal ini untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan belajar. Hal ini juga untuk membiasakan perencanaan dan tertib prosedur di kalangan guru-guru. Selain itu, tanpa adanya bukti izin secara tertulis dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan murid yang 'bolos' pada jam pelajaran dan 'bersembunyi' di perpustakaan.
Wednesday, February 27, 2008
SEMINAR PUSTAKAWAN SEKOLAH SE-SUKABUMI
Meningkatnya perhatian terhadap dunia pendidikan akhir-akhir ini belum berimbas pada perkembangan perpustakaan sekolah. Menyadari hal ini, para pengelola perpustakaan sekolah di wilayah Sukabumi tergerak untuk mengadakan pertemuan yang membahas permasalahan dan upaya peningkatan profesionalisme tenaga pengelola.
Gagasan tersebut terwujud dalam bentuk Seminar Perpustakaan Sekolah yang diselenggarakan Asosiasi Pekerja Informasi Perpustakaan Sekolah Indonesia (APISI) Wilayah Sukabumi bekerjasama dengan Internat Al Kausar dengan tema “Peningkatan kualitas pengelolaan dan SDM Perpustakaan sekolah”. Seminar berlangsung pada hari Sabtu tanggal 26 Januari 2008, pukul 09.00 – 15.00 WIB bertempat di Auditorium Internat Al Kausar, Jl. Habib, Ds. Babakan Jaya, kec. Parungkuda, Sukabumi.
Seminar ini terdiri dari 2 sesi. Sesi pertama lebih berupa talkshow yang membahas perkembangan perpustakaan sekolah dengan pembicara Kepala Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Sukabumi, Dra. Elly Kurnia, M.Pd. dan Ketua UmumAPISI, Hanna Latuputty yang juga merupakan Senior Librarian di
Kelas lain, yaitu Pembinaan minat baca, disampaikan oleh Lira Redata yang saat ini bekerja sebagai pustakawan sekolah Al Ikhlas Cipete. Materi ini dipilih karena masih banyak guru dan pengelola perpustakaan sekolah yang mengeluhkan masih rendahnya minat baca siswa.
Tercatat ada 58 peserta yang berasal dari 39 sekolah di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi. Antusiasme peserta ini di luar dugaan panitia yang hanya menarget peserta 40-50 saja. Panitia mengundang pengelola perpustakaan dan guru tingkat SMP dan SMA, namun ada peserta yang berasal dari SD (guru SD) yang tertarik untuk mengikuti seminar ini, terutama karena tertarik pada pembahasan mengenai minat baca.






