Thursday, February 11, 2010

Workshop ”Information Literacy for Young Researchers”



Literasi informasi merupakan kemampuan untuk mengakses, menilai dan menggunakan informasi dari berbagai sumber. Hal ini telah lama menjadi perhatian dan dijadikan program kerja perpustakaan. Upaya membuat para murid juga guru Internat Al Kausar untuk sadar akan pentingnya untuk menjadi melek informasi memang tidak bisa dilakukan dalam satu kali kegiatan, melainkan dalam sebuah program berkelanjutan dan dengan cara mengintegrasikannya dalam pelajaran.



Salah satu dimana literasi informasi diperlukan adalah dalam penulisan karya tulis. Di sini murid perlu memiliki kemampuan mencari, mengakses dan menggunakan informasi agar dapat membuat sebuah karya tulis ilmiah yang baik. Untuk itulah, perpustakaan bekerjasama dengan SMA IC Al Kausar, dalam hal ini dengan koordinator KIR nya, mengadakan workshop untuk membekali murid kelas XI yang akan memulai penulisan karya tulis ilmiah.

Setelah mengadakan survey kebutuhan (assessment need) akan hal-hal yang berhubungan dengan literasi informasi, maka disusunlah materi workshop yang terdiri dari pengenalan literasi informasi, pengenalan jenis-jenis sumber informasi dan cara menelusurnya, dan teknik mencatat dan penulisan daftar pustaka.



Perpustakaan mengundang Ibu Arifah Sismita, M.Si (bu Chichi) dari PDII-LIPI untuk menjadi instruktur dalam workshop ini, disamping Pustakawan Internat Al Kausar, Ibu Rachmawati, S.Sos. Workshop berlangsung pada hari Jum’at, 29 Januari 2010 mulai pukul 07.00 hingga 15.00. Selain menggunakan metode ceramah, murid-murid juga dibimbing langsung dalam praktek menelusur informasi oleh Bu Chichi serta asistennya Bu Yani, sesuai dengan topik karya tulis masing-masing.



Hasil yang diharapkan setelah workshop ini adalah murid dalam menyusun strategi penelitian, memahami berbagai jenis sumber informasi dan cara menelusurnya, menggunakan mesin pencari dan direktori subyek dalam menelusur informasi di internet, menilai informasi, memahami plagiarisme serta dapat menuliskan daftar pustaka secara benar.

Wednesday, November 4, 2009

Library Day

Bulan Oktober dirayakan sebagai Bulan Perpustakaan Sekolah Internasional (International School Library Month) terutama oleh mereka yang telah tergabung dalam International School Library Association. Perpustakaan Internat Al Kausar turut meramaikan peristiwa ini dengan menyelenggarakan Library Day bersama SMP Internat Al Kausar. Acara ini diselenggarakan pada hari Jum’at 30 Oktober 2009 di lobi sekolah. Tujuan penyelenggaraan acara ini adalah untuk mempromosikan perpustakaan sekolah serta mengingatkan kembali akan pentingnya perpustakaan dan programnya dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Kegiatannya meliputi:

Bookmark Exchange Project
Kegiatan ini merupakan sebuah proyek internasional yang diselenggarakan oleh IASL dimana murid di sekolah yang menjadi peserta membuat pembatas buku dan kemudian dikirimkan ke sekolah lain yang menjadi partnernya. Dalam project ini,Al Kausar mendapat partner sebuah sekolah di Millersvile, Amerika Serikat, yaitu Old Mill Middle School North. Pembuatan pembatas buku (bookmark) telah dilaksanakan pada awal bulan Oktober dalam kegiatan English Club. Setelah melalui proses penilaian, dipilih 25 karya terbaik untuk dikirim ke sekolah partner, sementara sekolah partner juga mengirimkan pembatas buku buatan muridnya dalam jumlah yang sama. Sedangkan 5 karya terbaik mendapat hadiah berupa buku.


Mini Workshop
Dengan mengundang seorang jurnalis dari majalah berita GATRA, Bapak Tian Arief, diselenggarakan sebuah pelatihan singkat mengenai Berita dan Penulisan berita. Murid-murid cukup antusias mengikuti acara ini, yang terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan. Di akhir pelatihan mereka diminta membuat berita mengenai kegiatan Library Day dari berbagai sudut pandang. Hasil tulisan mereka dinilai dan dipilih tiga karya terbaik untuk mendapatkan hadiah. Pemenangnya adalah Dion Wijaya (kelas 8), Haykal Mahdi (kelas 7) dan Haikal Pradika (kelas 9). Tak lupa Pak Tian memberi sedikit analisis dari hasil tulisan murid-murid.





DEAR Challenge
DEAR (Drop Everything And Read) Challenge adalah tantangan untuk meninggalkan semua kegiatan untuk membaca dalam diam selama 15 menit. Ternyata tidak semua murid dapat memenuhi tantangan ini. Yang berhasil memenuhi tantangan ini berhak menggunakan internet di perpustakaan pada waktu khusus selama 1 jam.



Information Treasure Hunt
Kegiatan ini dilakukan dalam kelompok Guru Wali. Setiap kelompok mendapat satu set pertanyaan yang jawabanya bisa dicari dari buku, majalah, Koran dan internet. Mereka berlomba mencari jawaban dan waktu secepatnya. Dari kegiatan ini dapat terlihat bahwa masih banyak murid yang tidak tahu bagaimana mencari informasi di sumber yang berbeda, terutama dari buku dan majalah. Lomba ini dimenangkan oleh Kelompok Guru Wali Ustad Ibrohim, Pak Abdullah dan Pak Bahar.

Thursday, May 7, 2009

Thursday, January 22, 2009

Daily activities in Al Kausar Library






New Automatic System


Mulai awal semester genap 2008/2009, yaitu Januari 2009, Perpustakaan Internat Al Kausar menerapkan sistem sirkulasi baru dengan Senayan Library System. Senayan merupakan Open Source Software berbasis web yang dikembangkan oleh Perpustakaan Diknas. Persiapan penerapan sistem ini sudah dimulai sejak semester yang lalu dengan memasukkan dan menyempurnakan data bibliografis koleksi yang dimiliki perpustakaan. Setelah semua koleksi selesai diinput data bibliografisnya dan dilengkapi dengan barcode, perpustakaan kemudian mencetak kartu anggota perpustakaan yang juga dilengkapi dengan barcode. Karena sirkulasi akan menggunakan barcode scanner untuk membaca data kartu anggota dan buku yang akan dipinjam.

Penerapan sistem ini sempat terganggu selama beberapa karena adanya kesalahan pada proses upgrade ke versi terbaru, yaitu Senayan3-Stable 7. Alhamdulillah dengan bantuan para developer Senayan, sistem telah kembali normal dan bisa digunakan kembali dengan kondisi sudah ter-upgrade ke versi terbaru.
Senayan memiliki fitur yang cukup lengkap. Namun demikian, kami tetap mempertahankan administrasi manual yang lama seperti kartu buku untuk mengantisipasi hambatan berupa matinya listrik. Memang masih belum praktis kelihatannya, namun masih perlu dilakukan mengingat situasi yang ada. Rencana berikutnya adalah membangun situs perpustakaan dan meng-online-kan OPAC (Online Public Access Catalog) Senayan.

Tuesday, October 28, 2008

International School Library Month

Bulan Oktober merupakan bulan Perpustakaan Sekolah atau International School Library Month. Perayaan merupakan yang pertama kali, karena di tahun-tahun sebelumnya berupa International School Library Day yang juga dirayakan pada setiap bulan Oktober Senin minggu ketiga. Perpustakaan Internat Al Kausar turut serta dengan sekolah-sekolah lain di seluruh dunia untuk merayakannya ini dengan menyelenggarakan lomba membuat pembatas buku dan permainan Information Scavenger Hunt.

Lomba membuat pembatas buku di ikuti oleh 14 orang murid dari kelas 7 hingga kelas 9. Temanya adalah "My favourite book in the library". Dengan penuh ketekunan, peserta membuat pembatas buku sesuai kreativitas masing-masing. Hasilnya cukup baik. Juri, Pak Idham Khalik akhirnya menetapkan karya FarisanHadyan (kelas 9) sebagai karya terbaik pertama, diikuti oleh hasil karya Heikal (kelas 8) dan Faisal (kelas 7).

Information Scavenger Hunt diikuti oleh 13 kelompok. Dalampermainan ini mereka harus menjawab pertanyaan yang diletakkan pada beberapa tempat di perpustakaan. Misalanya di bagian biografi, referensi, meja sirkulasi atau di ruang komputer. Masing-masing kelompok terdiri dari paling banyak 5 orang murid. Permainan berlangsung seru, bahkan agak sedikit ramai. Pada awalnya banyak peserta yang agak bingung, dan sering bertanya mengenai langkah yang harus mereka lakukan. Mereka harus menebak petunjuk (clues) yang ditulis dalam bahasa Inggris untuk dapat menemukan tempat soal yang harus mereka jawab. Ada 8 soal yang harus mereka jawab yang semuanya berkaitan dengan proses mencari informasi di perpustakaan, baik dari sumber tercetak (buku, majalah dll) maupun melalui internet.

Hasilnya beragam, dari hanya bisa menjawab sedikit soal saja hingga yang bisa mengerjakan semua soal dengan baik. Kelompok "Special items", akhirnya menjadi pemenang dengan mengumpulkan skor 31,5 disusul oleh kelompok "Ember Garuda" dengan skor 27.5 dan kelompok "Dirman's " dengan skor 23.

Hasil lomba diumumkan pada hari itu dan para pemenang mendapatkan hadiah berupa voucher belanja di Alka Mart. Lumayan...bisa menghemat uang jajan.

Wednesday, September 3, 2008

Library Policies : Revitalised

Di awal tahun pelajaran 2008/2009 ini, Perpustakaan Internat Al Kausar kembali menyegarkan penggunanya terhadap beberapa kebijakan dan peraturan yang berlaku. Tidak ada peraturan baru sebenarnya, hanya penegasan kembali peraturan yang sudah ada namun seringkali terabaikan. Terutama tentang pemakaian komputer. Harus diakui bahwa dengan semakin banyaknya fasilitas komputer dengan koneksi internet di perpustakaan, makin banyak pengunjung perpustakaan. Internet memang merupakan media yang jauh lebih menarik dibandingkan buku sebagai sumber informasi dan rekreasi. Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi dan rekreasi, mau tidak mau harus memperhatikan fenomena ini dan berusaha memberikan layanan internet sebaik mungkin, meskipun di satu sisi fasilitas dan koleksi perpustakaan konvensional seperti buku jadi agak terabaikan oleh pengguna.

Penyegaran dan resosialisasi aturan dilakukan kepada murid SMP dengan penjelasan secara langsung. Kepada murid SMA disediakan selebaran mengenai aturan yang disertai form pernyataan kesediaan untuk mematuhi aturan tersebut. Kesediaan ini juga menjadi 'tiket' untuk mendapatkan kartu anggota perpustakaan baru. Nantinya hanya mereka yang memiliki kartu anggota yang boleh menggunakan fasilitas perpustakaan, terutama fasilitas internet.

Strategi cukup ampuh, terlihat dari banyak murid yang mengembalikan buku yang sudah lewat batas pinjaman atau yang menyelesaikan segala kewajibannya terhadap perpustakaan. Agar bisa menggunakan internet mereka mau membayar denda atau mengganti jika buku yang dipinjamnya tersebut hilang.

Kepada guru-guru pun disampaikan kembali bahwa jika mengizinkan muridnya ke perpustakaan agar memberikan izin secara tertulis. Untuk itu perpustakaan telah mencetak form surat izinnya dan dibagikan kepada guru-guru. Mereka pun harus memesan (booking) minimal satu hari sebelumnya jika ingin membawa kelasnya belajar di perpustakaan dan menggunakan fasilitas yang ada. Dengan semakin banyaknya murid, pemakaian harus dibatasi hingga maksimal 3 kelas pada saat yang bersamaan. Hal ini untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan belajar. Hal ini juga untuk membiasakan perencanaan dan tertib prosedur di kalangan guru-guru. Selain itu, tanpa adanya bukti izin secara tertulis dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan murid yang 'bolos' pada jam pelajaran dan 'bersembunyi' di perpustakaan.