Tuesday, October 28, 2008

International School Library Month

Bulan Oktober merupakan bulan Perpustakaan Sekolah atau International School Library Month. Perayaan merupakan yang pertama kali, karena di tahun-tahun sebelumnya berupa International School Library Day yang juga dirayakan pada setiap bulan Oktober Senin minggu ketiga. Perpustakaan Internat Al Kausar turut serta dengan sekolah-sekolah lain di seluruh dunia untuk merayakannya ini dengan menyelenggarakan lomba membuat pembatas buku dan permainan Information Scavenger Hunt.

Lomba membuat pembatas buku di ikuti oleh 14 orang murid dari kelas 7 hingga kelas 9. Temanya adalah "My favourite book in the library". Dengan penuh ketekunan, peserta membuat pembatas buku sesuai kreativitas masing-masing. Hasilnya cukup baik. Juri, Pak Idham Khalik akhirnya menetapkan karya FarisanHadyan (kelas 9) sebagai karya terbaik pertama, diikuti oleh hasil karya Heikal (kelas 8) dan Faisal (kelas 7).

Information Scavenger Hunt diikuti oleh 13 kelompok. Dalampermainan ini mereka harus menjawab pertanyaan yang diletakkan pada beberapa tempat di perpustakaan. Misalanya di bagian biografi, referensi, meja sirkulasi atau di ruang komputer. Masing-masing kelompok terdiri dari paling banyak 5 orang murid. Permainan berlangsung seru, bahkan agak sedikit ramai. Pada awalnya banyak peserta yang agak bingung, dan sering bertanya mengenai langkah yang harus mereka lakukan. Mereka harus menebak petunjuk (clues) yang ditulis dalam bahasa Inggris untuk dapat menemukan tempat soal yang harus mereka jawab. Ada 8 soal yang harus mereka jawab yang semuanya berkaitan dengan proses mencari informasi di perpustakaan, baik dari sumber tercetak (buku, majalah dll) maupun melalui internet.

Hasilnya beragam, dari hanya bisa menjawab sedikit soal saja hingga yang bisa mengerjakan semua soal dengan baik. Kelompok "Special items", akhirnya menjadi pemenang dengan mengumpulkan skor 31,5 disusul oleh kelompok "Ember Garuda" dengan skor 27.5 dan kelompok "Dirman's " dengan skor 23.

Hasil lomba diumumkan pada hari itu dan para pemenang mendapatkan hadiah berupa voucher belanja di Alka Mart. Lumayan...bisa menghemat uang jajan.

Wednesday, September 3, 2008

Library Policies : Revitalised

Di awal tahun pelajaran 2008/2009 ini, Perpustakaan Internat Al Kausar kembali menyegarkan penggunanya terhadap beberapa kebijakan dan peraturan yang berlaku. Tidak ada peraturan baru sebenarnya, hanya penegasan kembali peraturan yang sudah ada namun seringkali terabaikan. Terutama tentang pemakaian komputer. Harus diakui bahwa dengan semakin banyaknya fasilitas komputer dengan koneksi internet di perpustakaan, makin banyak pengunjung perpustakaan. Internet memang merupakan media yang jauh lebih menarik dibandingkan buku sebagai sumber informasi dan rekreasi. Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi dan rekreasi, mau tidak mau harus memperhatikan fenomena ini dan berusaha memberikan layanan internet sebaik mungkin, meskipun di satu sisi fasilitas dan koleksi perpustakaan konvensional seperti buku jadi agak terabaikan oleh pengguna.

Penyegaran dan resosialisasi aturan dilakukan kepada murid SMP dengan penjelasan secara langsung. Kepada murid SMA disediakan selebaran mengenai aturan yang disertai form pernyataan kesediaan untuk mematuhi aturan tersebut. Kesediaan ini juga menjadi 'tiket' untuk mendapatkan kartu anggota perpustakaan baru. Nantinya hanya mereka yang memiliki kartu anggota yang boleh menggunakan fasilitas perpustakaan, terutama fasilitas internet.

Strategi cukup ampuh, terlihat dari banyak murid yang mengembalikan buku yang sudah lewat batas pinjaman atau yang menyelesaikan segala kewajibannya terhadap perpustakaan. Agar bisa menggunakan internet mereka mau membayar denda atau mengganti jika buku yang dipinjamnya tersebut hilang.

Kepada guru-guru pun disampaikan kembali bahwa jika mengizinkan muridnya ke perpustakaan agar memberikan izin secara tertulis. Untuk itu perpustakaan telah mencetak form surat izinnya dan dibagikan kepada guru-guru. Mereka pun harus memesan (booking) minimal satu hari sebelumnya jika ingin membawa kelasnya belajar di perpustakaan dan menggunakan fasilitas yang ada. Dengan semakin banyaknya murid, pemakaian harus dibatasi hingga maksimal 3 kelas pada saat yang bersamaan. Hal ini untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan belajar. Hal ini juga untuk membiasakan perencanaan dan tertib prosedur di kalangan guru-guru. Selain itu, tanpa adanya bukti izin secara tertulis dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan murid yang 'bolos' pada jam pelajaran dan 'bersembunyi' di perpustakaan.

Wednesday, February 27, 2008

SEMINAR PUSTAKAWAN SEKOLAH SE-SUKABUMI

Meningkatnya perhatian terhadap dunia pendidikan akhir-akhir ini belum berimbas pada perkembangan perpustakaan sekolah. Menyadari hal ini, para pengelola perpustakaan sekolah di wilayah Sukabumi tergerak untuk mengadakan pertemuan yang membahas permasalahan dan upaya peningkatan profesionalisme tenaga pengelola.

Gagasan tersebut terwujud dalam bentuk Seminar Perpustakaan Sekolah yang diselenggarakan Asosiasi Pekerja Informasi Perpustakaan Sekolah Indonesia (APISI) Wilayah Sukabumi bekerjasama dengan Internat Al Kausar dengan tema “Peningkatan kualitas pengelolaan dan SDM Perpustakaan sekolah”. Seminar berlangsung pada hari Sabtu tanggal 26 Januari 2008, pukul 09.00 – 15.00 WIB bertempat di Auditorium Internat Al Kausar, Jl. Habib, Ds. Babakan Jaya, kec. Parungkuda, Sukabumi.

Seminar ini terdiri dari 2 sesi. Sesi pertama lebih berupa talkshow yang membahas perkembangan perpustakaan sekolah dengan pembicara Kepala Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Sukabumi, Dra. Elly Kurnia, M.Pd. dan Ketua UmumAPISI, Hanna Latuputty yang juga merupakan Senior Librarian di British International School. Sessi kedua lebih bersifat praktis dan aplikatif. Pada sesi ini ada 2 kelas yang berlangsung secara pararel, yaitu pengenalan software perpustakaan dan pembinaan minat baca. Ada 2 software manajemen perpustakaan yang diperkenalkan, yaitu Athenaeum dan Senayan. Kedua software yang merupakan opensource ini diperkenalkan oleh Didik S. Witono dari KALI (Komunitas Athenaeum Light Indonesia) dan Arie Nugraha dari Tim Library@Senayan. Dengan mengenalkan opensource software yang secara finansial mudah dijangkau, diharapkan para peserta seminar mendapat wawasan lebih luas tentang penerapan teknologi informasi untuk perpustakaan sekolah, bahkan harapannya ada yang bisa menerapkan langsung di tempat kerjanya masing-masing.

Kelas lain, yaitu Pembinaan minat baca, disampaikan oleh Lira Redata yang saat ini bekerja sebagai pustakawan sekolah Al Ikhlas Cipete. Materi ini dipilih karena masih banyak guru dan pengelola perpustakaan sekolah yang mengeluhkan masih rendahnya minat baca siswa.

Tercatat ada 58 peserta yang berasal dari 39 sekolah di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi. Antusiasme peserta ini di luar dugaan panitia yang hanya menarget peserta 40-50 saja. Panitia mengundang pengelola perpustakaan dan guru tingkat SMP dan SMA, namun ada peserta yang berasal dari SD (guru SD) yang tertarik untuk mengikuti seminar ini, terutama karena tertarik pada pembahasan mengenai minat baca.