Berikut adalah buku-buku yang dibaca para guru Al Kausar dalam rangka Read-a-thon.
Supersemar Palsu
Benarkah Adam manusia pertama?
Strategi Pendidikan Negara Khalifah
Konsepsi Pendidikan Qur'ani
Al Qur'an sumber segala disiplin ilmu
Al Ghazali dari Indonesia
Hitam dibalik putih
Ensiklopedia Ilmiah dalam Al Qur'an
MengIslamkan Nalar
Filsafat Ilmu
Islamisasi Ilmu
Kiat membaca 1 halaman/detik
Pustaka pintar sejarah
Mutiara Hikmah Ali bin Abi Thalib
Hukum MLM
PT dalam hukum Islam
125 Ilmuwan Muslim
Detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah
Zionisme
Hukum dana talangan haji
Berkebun Emas
Hukum Bisnis Franchise
Tokoh bangsa
History of earth
Menjadi pembicara hebat
Biografi Ibnu Khaldun
Konsensus tentang Dasar Negara
Api sejarah 2
Api sejarah 1
Islamisasi Sejarah
Puasa bukan hanya saat Ramadhan
Assalamu'alaikum, Beijing
Misteri di Styles
Filosofi dan Makna Ritual Haji
Mindset Kurikulum 2013
Muridku Guru terbaikku
Mimbar hidayah
Senyum Nabi, Canda Kyai
Tuesday, April 21, 2015
Read-a-thon
Dalam rangka merayakan hari Buku se-Dunia atau World Book and Copyright Day, Perpustakaan Al Kausar akan mengadakan Read-a-thon. Ini adalah kompetisi membaca antar kelas (untuk siswa) dan antar guru.
Untuk siswa, setiap murid dapat membaca buku apa saja yang disukainya, baik fiksi maupun non-fiksi. Bisa buku perpustakaan atau koleksi pribadi. Setelah membaca, siswa diminta mengisi Reading response sheet dan mengumpulkannya ke perpustakaan. Perpustakaan akan menghitung secara keseluruhan jumlah halaman yang dibaca oleh siswa per kelas. Setiap minggu jumlah ini diperbarui dan diumumkan, sehingga siswa bisa melihat kelas mana yang untuk sementara membaca paling banyak. Di akhir masa kompetisi, akan dihitung keseluruhannya dan diberi nilai. Buku non akan fiksi akan mendapatkan nilai lebih dibandingkan buku fiksi.
Sama halnya dengan murid, guru diharapkan membaca buku sebanyak mungkin dalam periode waktu yang ditentukan. Setelah membaca, guru diminta membuat posting di blog atau note di akun sosial medianya masing-masing tentang buku yang dibacanya. Posting tersebut di-link kesini atau dengan men-tag Page FB Perpustakaan yaitu, Alkausar Library (@Alkausar Library)
Masa kompetisi mulai tanggal 24 April hingga 20 Mei 2015.
Ayo membaca!
Untuk siswa, setiap murid dapat membaca buku apa saja yang disukainya, baik fiksi maupun non-fiksi. Bisa buku perpustakaan atau koleksi pribadi. Setelah membaca, siswa diminta mengisi Reading response sheet dan mengumpulkannya ke perpustakaan. Perpustakaan akan menghitung secara keseluruhan jumlah halaman yang dibaca oleh siswa per kelas. Setiap minggu jumlah ini diperbarui dan diumumkan, sehingga siswa bisa melihat kelas mana yang untuk sementara membaca paling banyak. Di akhir masa kompetisi, akan dihitung keseluruhannya dan diberi nilai. Buku non akan fiksi akan mendapatkan nilai lebih dibandingkan buku fiksi.
Sama halnya dengan murid, guru diharapkan membaca buku sebanyak mungkin dalam periode waktu yang ditentukan. Setelah membaca, guru diminta membuat posting di blog atau note di akun sosial medianya masing-masing tentang buku yang dibacanya. Posting tersebut di-link kesini atau dengan men-tag Page FB Perpustakaan yaitu, Alkausar Library (@Alkausar Library)
Masa kompetisi mulai tanggal 24 April hingga 20 Mei 2015.
Ayo membaca!
Thursday, April 2, 2015
Global Collaborative Project "If You Learned Here"
Kolaborasi adalah salah satu cara pembelajaran yang sedang menjadi tren saat ini. Pembelajaran ini mensyarakatkan kerjasama untuk mencapai tujuan pembalajaran. Menurut Vygotsky sebagaimana dikutip oleh Dooly, siswa menampilkan tingkat kemampuat intelektual yang lebih pada situasi kolaboratif dibandingkan dalam situasi individual. Keberagaman anggota kelompok menambah kontribusi positif terhadap proses belajar.
Saat ini sedang berlangsung sebuah proyek kolaborasi global yang diprakarsai oleh seorang pustakawan sekolah di Amerika Serikat. Proyek ini berlangsung secara online menggunakan aplikasi web. Pesertanya terdiri dari lebih dari 50 sekolah dari berbagai negara seperti Romania, Qatar, India, Korea, China, New Zealand dan Indonesia. Alkausar diminta untuk berpartisipasi dalam proyek ini. Tawan ini disambut dengan baik. Beberapa murid kelas 7 dibawah bimbingan guru Bahasa Inggris, Bu Arty, terlibat dalam proyek ini dengan difasilitasi oleh Perpustakaan Internat Al Kausar.
Proyek ini terinspirasi dari buku “If You Lived Here” karya Giles Laroche. Dalam proyek ini, siswa dari berbagai negara saling berbagai informasi tentang kehidupan mereka di sekolah. Proyek ini berlangsung selama beberapa minggu. Tiap minggu ada topik tertentu yang dibahas. Dalam minggu pertama, topiknya adalah sekolah dan komunitas sekolah, minggku kedua tentang kehidupan sehari-hari di sekolah, minggu ketiga tentang pembelajaran di sekolah dan minggu keempat tentang bacaan.
Sharing dilakukan melalui flipgrid, yaitu aplikasi web untuk merekam dan menampilkan video tanggapan peserta terhadap pertanyaan atau topik. Misalnya dalam minggu pertama, pertanyaan yang diajukan adalah apa nama sekolah, dimana letaknya, berapa jumlah muridnya, bahsa yang digunakan dan seterusnya. Murid menanggapi secar alisan dalam flipgrid. Flipgrid merekam jawaban siswa. Nanti akan ditampilkan pula tanggapan peserta dari sekolah lain. Berikut tampilan flipgrid
Selain flipgrid, aplikasi lain yang digunakan adalah padlet. Disini siswa menuliskan berbagai hal yang berkaitan dengan topik dalam minggu tersebut. Sub-tema ini pun sudah ditentukan. Misalnya dalam minggu kedua topiknya kehidupan sehari-hari di sekolah ada sub-topik transportasi di padlet. Seperti berikut ini tampilannya:
Jadi dalam proyek ini siswa berlatih dan mempraktekkan ketrampilan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris. Saat ini, proyek ini memasuki tahap kedua, yaitu membuat karya seni tentang sekolah dengan menggunakan aplikasi Book creator. Nantinya hasil karya peserta akan dikompilasi dalam sebuah buku digital atau e-book.
Subscribe to:
Comments (Atom)