Wednesday, February 27, 2008

SEMINAR PUSTAKAWAN SEKOLAH SE-SUKABUMI

Meningkatnya perhatian terhadap dunia pendidikan akhir-akhir ini belum berimbas pada perkembangan perpustakaan sekolah. Menyadari hal ini, para pengelola perpustakaan sekolah di wilayah Sukabumi tergerak untuk mengadakan pertemuan yang membahas permasalahan dan upaya peningkatan profesionalisme tenaga pengelola.

Gagasan tersebut terwujud dalam bentuk Seminar Perpustakaan Sekolah yang diselenggarakan Asosiasi Pekerja Informasi Perpustakaan Sekolah Indonesia (APISI) Wilayah Sukabumi bekerjasama dengan Internat Al Kausar dengan tema “Peningkatan kualitas pengelolaan dan SDM Perpustakaan sekolah”. Seminar berlangsung pada hari Sabtu tanggal 26 Januari 2008, pukul 09.00 – 15.00 WIB bertempat di Auditorium Internat Al Kausar, Jl. Habib, Ds. Babakan Jaya, kec. Parungkuda, Sukabumi.

Seminar ini terdiri dari 2 sesi. Sesi pertama lebih berupa talkshow yang membahas perkembangan perpustakaan sekolah dengan pembicara Kepala Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Sukabumi, Dra. Elly Kurnia, M.Pd. dan Ketua UmumAPISI, Hanna Latuputty yang juga merupakan Senior Librarian di British International School. Sessi kedua lebih bersifat praktis dan aplikatif. Pada sesi ini ada 2 kelas yang berlangsung secara pararel, yaitu pengenalan software perpustakaan dan pembinaan minat baca. Ada 2 software manajemen perpustakaan yang diperkenalkan, yaitu Athenaeum dan Senayan. Kedua software yang merupakan opensource ini diperkenalkan oleh Didik S. Witono dari KALI (Komunitas Athenaeum Light Indonesia) dan Arie Nugraha dari Tim Library@Senayan. Dengan mengenalkan opensource software yang secara finansial mudah dijangkau, diharapkan para peserta seminar mendapat wawasan lebih luas tentang penerapan teknologi informasi untuk perpustakaan sekolah, bahkan harapannya ada yang bisa menerapkan langsung di tempat kerjanya masing-masing.

Kelas lain, yaitu Pembinaan minat baca, disampaikan oleh Lira Redata yang saat ini bekerja sebagai pustakawan sekolah Al Ikhlas Cipete. Materi ini dipilih karena masih banyak guru dan pengelola perpustakaan sekolah yang mengeluhkan masih rendahnya minat baca siswa.

Tercatat ada 58 peserta yang berasal dari 39 sekolah di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi. Antusiasme peserta ini di luar dugaan panitia yang hanya menarget peserta 40-50 saja. Panitia mengundang pengelola perpustakaan dan guru tingkat SMP dan SMA, namun ada peserta yang berasal dari SD (guru SD) yang tertarik untuk mengikuti seminar ini, terutama karena tertarik pada pembahasan mengenai minat baca.